safira is the best

safira is the best

Rabu, 08 Desember 2010

KESENIAN MELAYU SUMATERA UTARA


KESENIAN MELAYU SUMATERA UTARA

            Kesenian adalah salah satu tujuh unsur kebudayaan universal manusia. Kesenian muncul di tengah-tengah kehidupan kelompok manusia, karena untuk memenuhi keinginan dasar manusia akan rasa keindahan. Keseniandapat berupa gagasan, kegiatan, maupun artefak. Dalam budaya melayu, contoh gagasan seni ada pada konsep alam semula jadi kegiatan kesenian berupa pertunjukan, berbalas pantun, dan lain-lain. Dalam bentuk artefak, misalnya berbagai alat musik, begitu juga songket, rumah, keris, ukiran, dan lain-lain.
            Dalam memandang seni budaya, juga harus mempertimbangkan sejarah, integrasi, wawasan internasional, nasional, dan jati diri tempatan. Dalam memandang kesenian melayu, maka tidak boleh hanya melihat dalam perspektif sempit tempatan saja, tetapi tetapi harus melihat secara holistik dalam negara-negara rumpun melayu dan dunia melayu. Bagaimanapun kesenian melayu Sumatera Utara menjadi bahagian dari kesenian Indonesia, dan kesenian dunia melayu.
            Seperti sudah di ketahui bahwa dunia melayu mencakup negeri-negeri dan kawasan seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Malanesia, Mikronesia, Polinesia, Selandia Baru, Formosa, Madagaskar, dan negar-negara Asia Tenggara. Kawasan budaya Melayu-Polinesia ini telah di bahas secara ilmu pengetahuan, terutama antropologi dan linguistik. Bahkan di decade 1970-an kawasan ini telah di syahkan oleh PBB sebagai sebuah wilayah kebudayaan di dunia.
            Masyarakat melayu di Sumatera Utara memiliki kesenian yang di fungsikan ke dalam berbagai aktivitas sosial. Terdapat musik dan tari melayu Sumatera Utara yang umum di jumpai di kawasan melayu. Namun ada pula yang khas yang menjadi identitas kawasan ini. Kesenian melayu, mencerminkan gagsan kebudayaan yang di warisi turun-temurun. Contoh lagu Dayang Sinandung, Gunung Sayang (Dondang Sayang), Sri Banang, Jalak Lenteng, Serampan Siair, Dedeng Padang Rebah, Zapin Menjelang Magrib, zapin Deli, Zapin Serdang, dan lain-lainnya. Tarian di Sumatera Utara yang umum terdapat di dalam Dunia melayu contohnya adalah Tari Makan Sirih atau Persembahan, Tari Zapin, Tari Dabus, dan Tari Joget. Tarian yang khas di kawasan ini adalah Serampang Dua Belas, Tari Gubang, Tari Gebuk, dan Tari Ulah Rentak Angguk Terbina.
            Dalam budaya melayu, musik, tari, dan teater di masukkan ke dalam kategori seni pertunjukan kadang-kadang juga dipadankan dengan istilah seni persembahan. Di kawasan budaya melayu Indonesia, lazim di gunakan kata seni pertunjukan, sementara di Semenanjung Malaysia, Singapura dan Thailand Selatanlazim di gunakan seni persembahan. Makna seni persembahan atau seni pertunjukan adalah adanya penampilan seniman seni pertunjukan di tempat tertentu dan melakukan komunikasi dengan penonton atau penikmatnya, dengan berdasar kepada nilai-nilai budaya yang dianut oleh masyarakat melayu. Seni persembahan melayu Sumatera Utara juga mengalami proses sejarah, yang membentuk eksistensinya seperti yang dapat di lihat pada masa kini.
             

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar